Hobi

Tips Bersepeda di Musim Penghujan


Pesepeda di Musim Hujan

  1. Siapkan jas hujan khusus untuk pesepeda, karena jas hujan ini simpel, fit dengan tubuh kita alias tidak terlalu menyita gerakan dan tempat pada waktu dipakai atau disimpan, jas hujan ini sangat penting mengingat bersepeda di saat musim hujan membutuhkan kondisi tertentu, sehingga jas hujan yang khusus untuk sepeda sangat menunjang kemanan dan kenyamanan kita dalam bersepeda.
  2. Lindungi tas atau bekal kita yang kita bawa di sepeda dengan pelindung air (bag cover yang waterproof), atau pergunakan plastik guna membungkus tas kita sehingga air hujan tidak masuk.
  3. Lumasi bagian rantai atau bagian yang mudah berkarat dengan pelumas, apabila tidak memungkinkan untuk itu, setelah dipergunakan sepeda harus segera dibersihkan minimal di lap sampai kering.
  4. Pergunakan penutup helm (helm cover) supaya air hujan tidak  membasahi kepala kita.
  5. Waspada terhadap jalur yang akan kita lewati, terutama apabila terdapat genangan air yang tinggi, hal ini akan sangat membahayakan pada waktu kita bersepeda.
  6. Pergunakan lampu depan/belakang untuk menginformasikan keberadaan kita di jalan.
  7. Apabila kondisi hujan disertai angin yang kuat segeralah mencari tempat untuk berlindung yang aman, hal ini dikarenakan sepeda kita lebih ringan daripada kendaraan lain, sehingga apabila terkena terpaan angin yang kuat dapat mengakibatkan sepeda kita oleng.
  8. Waspada terhadap petir kalau kita bersepeda di tempat terbuka, tetapi juga jangan berteduh di bawah pohon atau rumah yang terpencil di ruang terbuka.
  9. Hati-hati menghadapi banjir, karena sepeda tidak dirancang untuk menerobos genangan seperti itu.

(Sumber : http://b2w-jogja.web.id/category/panduan-bersepeda)

BUDIDAYA IKAN MANFISH

Asal, Morfologi dan Kebiasaan Ikan Manfis

Manfish atau yang dikenal juga dengan istilah ‘Angel fish’ berasal dari perairan Amazon, Amerika Selatan. Manfish (Pterophyllum scalare) tergolong ke dalam famili Cichlidae, mempunyai ciri-ciri morfologis dan kebiasaan sebagai berikut:

- Memiliki warna dan jenis yang bervariasi

- Bentuk tubuh pipih, dengan tubuh seperti anak panah

- Sirip perut dan sirip punggungnya membentang lebar ke arah ekor, sehingga tampak sebagai busur yang berwarna gelap transparan

- Pada bagian dadanya terdapat dua buah sirip yang panjangnya menjuntai sampai ke bagian ekor.

- Menjaga dan melindungi keturunannya.

- Bersifat omnivorus

- Tergolong mudah menerima berbagai jenis makanan dalam berbagai bentuk dan sumber

Beberapa jenis ikan Manfish yang dikenal dan telah berkembang di Indonesia antara lain adalah: Diamond (Berlian), Imperial, Marble dan Black-White.

Diamond (Berlian) berwarna perak mengkilat sampai hijau keabuan. Pada bagian kepala atas terdapat warna kuning hingga coklat kehitaman yang menyusur sampai bagian punggung. Manfish Imperial mempunyai warna dasar perak, tetapi tubuhnya dihiasi empat buah garis vertikal berwarna hitam/coklat kehitaman. Manfish Marble memiliki warna campuran hitam dan putih yang membentuk garis vertikal. Sedangkan manfish Black-White mempunyai warna hitam menghiasi separuh tubuhnya bagian belakang, dan warna putih menghiasi separuh bagian depan termasuk bagian kepala.

Pengelolaan Induk

Ikan manfish dapat dijadikan induk setelah umurnya mencapai 7 bulan dengan ukuran panjang ± 7,5 cm. Untuk mencapai hasil yang optimal, induk harus dikelola dengan baik antara lain dengan pemberian pakan yang baik seperti jentik nyamuk, cacing Tubifex, atau Chironomous. Selain itu karena induk ikan manfish sangat peka terhadap serangan penyakit, maka perlu diberikan perlakukan obat secara periodik Obat yang biasa digunakan antara lain Oxytetracycline dan garam.

Sebelum dipijahkan, induk manfish dipelihara secara massal ( jantan dan betina ) terlebih dahulu dalam 1 akuarium besar (ukuran 100x60x60 cm3). Setelah matang telur, induk manfish akan berpasangan dan memisahkan dari ikan lainnya. Induk yang berpasangan tersebut sudah dapat diambil dan dipijahkan pada tempat pemijahan.

Selain itu dapat dilakukan, yaitu dengan memasangkan induk manfish secara langsung setelah mengetahui induk jantan dan betina. Induk jantan dicirikan dengan ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan induk betina. Kepala induk jantan terlihat agak besar dengan bagian antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung, serta bentuk badan lebih ramping dibandingkan dengan ikan betina. Sementara induk betina dicirikan oleh ukuran tubuh yang lebih kecil dan bentuk kepalanya yang lebih kecil dengan bagian perut yang lebih besar/gemuk serta terlihat agak menonjol.

Teknik Pemijahan

Pemijahan dilakukan di akuarium berukuran 60x50x40 cm3 dengan tinggi air ± 30 cm. Ke dalam akuarium tersebut diberikan aerasi untuk menyuplai oksigen.

Ikan manfish akan menempelkan telurnya pada substrat yang halus, misalnya potongan pipa PVC yang telah disiapkan/ditempatkan dalam akuarium pemijahan. Karena ikan manfish cenderung menyukai suasana yang gelap dan tenang, maka pada dinding akuarium dapat ditempelkan kertas atau plastik yang berwarna gelap.

Induk manfish akan memijah pada malam hari. Induk betina menempelkan telurnya pada substrat dan diikuti ikan jantan yang menyemprotkan spermanya pada semua telur, sehingga telur-telur tersebut terbuahi. Jumlah telur yang dihasilkan setiap induk berkisar antara 500-1000 butir. Selama masa pemijahan tersebut, induk tetap diberi pakan berupa cacing Tubifex, Chironomous atau Daphnia.

Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva

Telur yang menempel pada substrat selanjutnya dipindahkan ke akuarium penmetasan telur (berukuran 60x50x40 cm3) untuk ditetaskan. Pada air media penetasan sebaiknya ditambahkan obat anti jamur, antara lain Methyline Blue dengan dosis 1 ppm. Untuk menjaga kestabilan suhu, maka ke dalam media penetasan telur tersebut digunakan pemanas air (water heater) yang dipasang pada suhu 27-28oC.

Telur manfish akan menetas setelah 2-3 hari, dengan derajat penetasan telur berkisar 70-90%. Selanjutnya paralon tempat penempelan telur diangkat dan dilakukan perawatan larva hingga berumur ± 2 minggu.

Pakan yang diberikan selama pemeliharaan larva tersebut berupa pakan alami yang sesuai dengan bukaan mulut larva dan memiliki kandungan protein yang tinggi, antara lain nauplii Artemia sp. Pakan tersebut diberikan 2 kali sehari ( pagi dan sore ) hingga larva berumur ± 10 hari dan dilanjutkan dengan pemberian cacing Tubifex.

Pendederan dan Pembesaran

Setelah berumur ± 2 minggu, benih tersebut dapat dilakukan penjarangan untuk kemudian dilakukan pendederan sampai ikan berumur satu bulan.

Langkah berikutnya adalah memanen benih tersebut untuk dipindahkan ke dalam bak/wadah pembesaran. Dalam hal ini dapat digunakan bak fiber atau bak semen, tergantung wadah yang tersedia. Selama masa pembesaran, diupayakan agar ada aliran air ke dalam wadah pembesaran walaupun sedikit. Padat penebaran untuk pembesaran ikan manfish berkisar 100 ekor/m2. Pakan yang diberikan berupa cacing Tubifex atau pellet sampai benih berumur ± 2 bulan. Ukuran yang dicapai biasanya berkisar 3 – 5 cm. Jika pakan dan kualitas air mendukung, sintasan pada masa pembesaran dapat mencapai 70-90%. Selanjutnya benih manfish dapat dibesarkan lagi hingga mencapai ukuran calon induk atau induk dengan padat penebaran yang lebih kecil.

Penyakit dan Penanggulangannya

Ikan manfish dikenal cukup peka terhadap serangan penyakit, untuk itu diperlukan pengelolaan secara baik dengan menjaga kualitas air dan jumlah pakan yang diberikan. Beberapa jenis parasit yang biasa menyerang benih/induk Manfish antara lain adalah : Trichodina sp., Chillodonella sp. dan Epystilys sp. Sedangkan bakteri yang menginfeksi adalah Aeromonas hydrophilla.

Beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk menanggulangi serangan penyakit parasitek antara lain : Formalin 25%, NaCl 500 ppm. Sedangkan untuk penyakit bakterial dapat digunakan Oxytetrachycline 5 – 10 ppm dengan cara perendaman 24 jam.

(sumber : http://bbat-sukabumi.tripod.com/manfish.html)

Tutorial : Menggambar Cat Air

Karena ada yang minta, jadi saya bikin ‘how-to’ cara saya menggambar. Tapi ngga mutlak mesti seperti ini, karena kadang-kadang saya ga pake sketsa dulu, kadang langsung jebret gambar pake micropen. Atau kalo gambarnya serius, pake kertas khusus dan outline-nya pake pensil, dll. Warnanya juga kadang saya spontan aja asal lapis-melapis warna, pokoknya kalo ngga puas, pulas lagi sama warna lain di atasnya. Oya, pemakaian catnya juga campur aduk, ada yang dari tube, ada yang dari watercolor pan. Suka-suka aja. :D

Yang ini sebenernya saya kurang puas sih dgn warna dan backgroundnya, tapi ga papa lah, yang penting sebagian besar udah dibagi ilmunya…okeh…semoga berguna….

(Sumber: http://www.hobikriya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=97:tutorial-menggambar-cat-air&catid=37:gambarlukis&Itemid=54)

Pembuatan Scrapbook Sederhana

Dalam pembuatan scrapbook, yang pertama harus anda tentukan adalah photo2 yang akan anda pakai. Sebaiknya photo2 tersebut adalah photo yang unik, yang memiliki cerita tersendiri, yg bisa anda kembangkan layaknya sebuah cerpen. Sesudah itu, anda bisa memadukan photo2 tsb untuk digolongkan ke tema tertentu. Misalnya, yg baru saja memiliki bayi, bisa memadukkan photo bayinya yg baru lahir, atau photo kaki, tangan & bagian bayi lainnya dlm skala kecil.

Sesudah photo2 sudah anda pilih, tinggal memilih tema. Tema ini bisa anda lihat berdasarkan kertas2 yang anda punya. Atau, anda bawa photo2 tadi ke toko kertas dan anda cocokkan di situ. Tema juga berguna saat anda menentukan isi dari album scrapbook anda. Seperti misalnya tentang pernikahan, kelahiran bayi, ulang tahun, atau liburan. Kertas2 yang akan menunjang karya anda juga harus anda perhatikan.

Di bawah ini adalah contoh tahap2 pembuatan sebuah scrapbook. Saya sengaja menempel photo2 terlebih dahulu baru menambahkan kertas2 dan hiasan2nya. Tema dari scrapbook saya ini adalah lalu lintas.

Memilih kertas yang sesuai dengan tema yang sudah kita pilih.

Penambahan hiasan2 yang sesuai dan mendukung tema yang kita maui.

Penambahan tulisan tentang photo2 pada scrapbook, atau sebuah cerita singkat tentang photo2 itu.

(Sumber: http://www.hobikriya.com/index.php?option=com_content&task=view&id=88)

Daur Ulang Jeans Butut

Di rumah ada celana jeans butut, bagian saku depan ada noda tinta dan bagian jahitan saku belakangnya bolong jadi udah nggak bisa dipake lagi. Daripada dibuang mending didaur ulang…ya nggak?

Jadi ceritanya si celana jeans itu dipotong untuk jadi….tas. Bagian kaki celana nggak dibuang, dibikin sesuatu juga, tapi belom jadi.


Kembali ke tas..terdiri dari bagian pinggang sampai ke pangkal paha, dan dua sisi kaki celana yang ada jahitan timpa khas jeans… Berhubung saya ga punya mesin jahit [ada yang mau beliin?], jadi untuk menyatukan bagian bawah tas saya rajut aja. Caranya, bikin lubang-lubang [dengan bantuan paku] dengan jarak 1 cm. Habis itu, rajut deh…[saya ngambil motif pinggiran dari salah satu buku koleksi].


Ini belom selesai…badan tas masih ada guntingan di bawah resleting dan masih ada noda tinta, jadi rencananya mau dikasih aplikasi bunga, kira-kira kayak foto kanan itu. Pas kan buat musim semi, flower theme. Abis itu tinggal masang tali dan lapisan dalam…*mudah2an ga males jait pake tangan*….

Jadi…kalo punya jeans butut…jangan dibuang yah..

(Sumber : http://www.hobikriya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=47:daur-ulang-jeans-butut&catid=36:daur-ulang&Itemid=53)


PDF Print E-mail

Leave a response and help improve reader response. All your responses matter, so say whatever you want. But please refrain from spamming and shameless plugs, as well as excessive use of vulgar language.

One Response to “Hobi”

  1. Erwin Fahrizal

    Assalamu’alaikum, sebelumnya saya berterimakasih banyak karena saya sudah diperbolehkan mengunjungi blog bapak, ternyata bapak hobinya seneng bersepeda yah, ngomong -ngomong tentang internet saya boleh ga pak diajarkan lebih jauh lagi, ya contohnya saja dalam membuat e-mail atau blog ternyata didalam blog ini kita bisa memberikan banyak sekali tentang ilmu pengetahuan global, selain itu kita dapat menambah wawasan untuk diri kita dan orang lain, oia pak emmmmmmmmmmm……… terima kasih ya atas semua ilmu pengetahuannya, dah
    Wassalamu’alaikum, Wr, Wb

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.