Hikmah Agama

Resep Kaya Menurut Al Qur’an

http://i540.photobucket.com/albums/gg329/firaprasa/orang-kaya-dunia-race-2008.jpg

Bicara soal bagaimana meraih kekayaan sangatlah menarik. Karena siapa sih yang tidak ingin kaya. Hilir mudiknya kendaraan setiap hari di jalan raya menunjukkan bahwa ini adalah salah satu ikhtiar untuk mendapatkannya. Dan yang mutakhir, adalah ramainya pendaftar CPNS dan pemburu kerja lainnya.

Dan bahkan berebutannya pendaftaran Calon Anggota Legislatif yang terhormat adalah kisah lain dari pemburu kekayaan. Konon, seorang anggota DPR bisa membawa pulang uang sampai 80 juta (pengakuan Agus Condro di salah satu televisi) itu belum termasuk sangunya yang lain lain katanya he..he..Juga fenomena korupsi yang dilakukan Jaksa Urip Tri Gunawan yang baru saja diberhentikan secara tidak hormat dari PNS.

Dalam bukunya yang berjudul  “Secret of Self-Made Millionaires”, Adam Khoo bercerita tentang rahasia-rahasia seorang miliuner. Dan dia mengawalinya dengan sebuah pertanyaan :

Mengapa Anda belum juga kaya ?
Apa yang menghalangi Anda memperoleh kemapanan yang layak Anda dapatkan ?

Diantara pembahasan dalam buku ini, sudah pernah saya posting sebelum ini. Dan sekarang saya ingin menunjukkan salah satu rahasia menuju kekayaan dengan cara Al Qur’an. Beberapa ayat al Qur’an mengungkapkan tentang bagaimana menggapai kekayaan diantaranya dengan melakukan ISTIGHFAR (mohon ampun kepada Allah SWT).

“Maka aku katakan kepada mereka, Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, Sesungguhnya, Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan menambahkan banyak harta dan anak-anakmu serta mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh : 10-12)

Pada ayat di atas, sangat jelas bagaimana Allah memberikan tuntunan kepada kita bagaimana jalan meraih kekayaan. Dengan ISTIGHFAR, Allah akan mengaruniakan sumber kehidupan berupa hujan yang mengguyur bumi juga akan menambahkan banyak harta dan berbagai sumber kekayaan lainnya.

Apa yang Allah ciptakan di muka bumi ini adalah anugerah yang tiada putus-putusnya. Dan kita yang saat ini menikmatinya haruslah senantiasa bersyukur kehadirat-Nya. Karena dengan kita bersyukur maka anugerah Allah yang kita terima akan bertambah dan terlepas dari adzab-Nya. Insyaallah.

“Allah mengabarkan tentang Nabi Hud as : Dan (Dia berkata), Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu, lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu. Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud : 52)

Secara teknis, Rasulullah bahkan memberikan panduannya, bahwa kalau kita secara konsisten membaca istighfar maka Allah akan memberikan 3 kenikmatan kepada kita :

  1. Jalan keluar (solusi) atas permasalahan yang kita hadapi
  2. Dihilangkan dari kepedihan
  3. Diberi rizqi dari arah yang tidak di sangka-sangka

“Ibnu Abbas meriwayatkan, Rasulullah saw, bersabda : Barangsiapa yang istiqomah mengamalkan membaca istighfar, Allah akan  menunjukkan jalan keluar (solusi) bagi permasalahan yang membelitnya. Allah akan menghilangkan kepedihannya serta memberinya rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)

Terkait dengan ISTIGHFAR ini, konon dalam hadist yang lain Rasulullah memiliki kebiasaan untuk membaca ISTIGHFAR sampai 100 kali dalam setiap harinya. Nah, bagi yang membuat resolusi tahun 1430 H atau tahun 2009 untuk meraih kehidupan yang lebih baik maka resep jitu dari al Qur’an ini bisa dilakukan.

(Sumber: http://arifprasetyo.com/blog/resep-kaya-menurut-al-qur%E2%80%99an.html)

Shalat Mendorong Kesembuhan Gangguan Kejiwaan


Apa itu gangguan kejiwaan?
Ganguan kejiwaan adalah seseorang yang mengalami tekanan yang disebut stres lalu mengalami ketidaktenangan. Misalnya orang tersebut menderita sakit badanya dan macam-macam tapi kalau dicari tidak ada penyakitnya, itu berarti ada faktor kejiwaan. Terus seseorang itu mengalami ketakutan, kecemasan, kegelisahan, depresi, lemah semangat, merasa dirinya tidak berguna hingga merasa ingin bunuh diri. Jadi yang terbanyak di dunia kedokteran itu ada cemas, depresi dan stress. Bisa di sembuhkan dengan konsultasi.
Ilmu kedokteran jiwa adalah ilmu yang mempelajari perilaku perasaan seseorang. Pola penanganannya bisa melalui obat. Bila ingin cepat sembuh harus dibarengi dengan shalat, berzikir dan doa. Karena shalat itu bisa membawa ketenangan jiwa. Nah karena gangguan kejiwaan itu sulit dicari asal-usulnya penyakitnya, maka ketenangan ini perlu. Jadi shalat itu sudah ada penmelitian-penelitianya dan bisa membuktikan sangat bagus sekali dan bisa mencegah perbuatan-perbuatan yang bisa menjurus pada ganguan kejiawaan. Misalnya, kalau seseorang itu menjalankan shalat, maka dia akan menjauhi hal-hal yang tidak benar (innal shalata tanha anil fakhsa wal mungkar). Jika shalatnya benar, maka dia tidak akan mengkonsumsi narkotika, alkohol dan berjudi. Korupsi itu juga gangguan kejiwaaan. Karena sudah cukup hidupnya tapi masih korupsi.
Bukankah banyak orang yang shalatnya rutin tapi tidak memperoleh ketenangan jiwa?
Shalat itu kan ritual, salah satu dari rukun Islam. Nah, jika seseorang yang telah rajin melakukan shalat tapi belum tenang, barangkali imannya yang perlu ditingkatkan. Lebih mengimani bahwa Allah itu Maha Pengasih, Pemurah, Mengetahui dan lainnya. Sehingga shalatnya bisa menjadi khusyu.Shalat yang khusyu itu kan pasrah.
Apakah hanya dengan melakukan pendekatan shalat khusyu, orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut bisa sembuh?
Oh tidak. Mereka juga harus berobat. Tidak bisa hanya dengan shalat saja. Karena Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar orang itu harus berikhtiar. Berobat. Nah nantinya disertai dengan shalat.
Di sisi lain, sakit atau tidak sakit, shalat itu kan wajib. Nah dalam shalat itulah orang itu harus memohon agar selalu diberi kesehatan. Lalu ditambah dengan shalat sunnah dan shalat tahajjud. Artinya, meski pun orang itu tidak sakit ya tetap shalat. Cuma jika orang itu sakit barangkali perlu menambah intensitas shalatnya.
Jika diprosentasekan, berapa persen pengaruh shalat dalam proses penyembuhan pasien?
Wah ini tidak bisa diprosentasekan. Ini tergantung pasiennya. Sejauh mana dia sungguh-sungguh melakukan shalat.
Bila si pasien tidak melakukan shalat, apakah dia tidak mudah menjalani proses penyembuhan?
Bisa sembuh juga. Cuman tidak dapat pahala.
Emm… barangkali dia tidak tenang juga. Badannya sih sembuh, tapi kejiwaannya mungkin tidak. Karena agama itu mengobati kejiwaan seseorang. Jadi shalat itu cukup mendorong kesembuhan seseorang dari gangguan kejiwaan yang dialami oleh seseorang.
Selain shalat, adakah ritual lainnya?
Bisa dzikir, doa atau bahkan puasa.
Apakah nama pengobatan yang menggabungkan antara ilmu kejiwaan dengan agama?
Namnaya psikoreligi. Faktor agama dan kedokteran jiwa itu adalah kedua hal yang berdekatan. Bila agama adalah ilmu yang kebenarannya mutlak, sementara psikologi itu adalah ilmu yang bermula dari usaha pencarian manusia. Jadi hubungan antara keduanya adalah imbal-balik.
(sumber: http://adibdata.blogspot.com/2007/12/shalat-mendorong-kesembuhan-gangguan.html)

Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

(Sumber: http://www.dudung.net/artikel-islami/bila-aku-jatuh-cinta.html)

Doa Bisa Mengubah Taqdir

Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa taqdir yang Allah ta’aala telah tentukan bisa berubah. Dan faktor yang dapat mengubah taqdir ialah doa seseorang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam. Dengan do’a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Ia akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah.

Sebaliknya, orang yang tidak pernah kenal Allah ta’aala dengan sendirinya akan meninggalkan kebiasaan berdo’a dan memohon kepada Allah ta’aala. Ia akan terjatuh pada salah satu dari dua bentuk ekstrimitas. Pertama, ia akan mudah berputus asa. Atau kedua, ia akan lari kepada fihak lain untuk menjadi sandarannya demi merubah keadaan. Padahal begitu ia bersandar kepada sesuatu selain Allah ta’aala –termasuk bersandar kepada dirinya sendiri- maka pada saat itu pulalah Allah ta’aala akan mengabaikan orang itu dan membiarkannya berjalan mengikuti situasi dan kondisi yang tersedia. Sedangkan orang tersebut dinilai sebagai seorang yang mempersekutukan Allah ta’aala dengan yang lain. Berarti orang tersebut telah jatuh ke dalam kategori seorang musyrik…!

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min 60)

Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah ta’aala yang pedih. Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ

“Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala murka kepadaNya.” (HR Ahmad 9342)

Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah ta’aala. Bila Anda merasa taqdir yang Allah ta’aala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan, maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo’alah kepada Allah ta’aala. Allah ta’aala Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda. Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’aala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)

(sumber: http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-bisa-mengubah-taqdir.htm )

Leave a response and help improve reader response. All your responses matter, so say whatever you want. But please refrain from spamming and shameless plugs, as well as excessive use of vulgar language.

One Response to “Hikmah Agama”

  1. Akhmad Faizal 3 MO 3

    Asalamualaikum Wr Wb.slmt malam pak setelah saya membaca puisi “BILA AKU JATUH CINTA” saya sadar saya sering terlalu mengagumi ciptaannya dari pada penciptanya.saya sering berusaha maksimal untuk mendapatkan cinta ciptaannya sampai-sampai saya sering melupakan kewajiban saya sebagai mahluk ciptaannya,padahal cinta abadi hanya miliknya dan saya juga sering cinta pada mahluknya yang mungkin auratnya tidak tertutup padahal yang seperti itu yang sering menggoda iman saya.oleh sebab itu saya beruntung membaca puisi tersebut karna saya bisa mengintopeksi diri.terima kasih. asallamu alaikum Wr Wb

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.